Selasa, 26 Juni 2012

tantangan implementasi wawasan nusantara


Tantangan
Dalam Kehidupan Individu dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sedang mengalami perubahan. Memang dalam dunia ini yang abadi dan kekal itu adalah Perubahan Tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia adalah :
1.      Pemberdayaan Masyarakat
Pembangunan Nasional belum menyeluruh masih banyak daerah tertinggal, pola piker, sikap dan tingkah laku akan berubah dan ini merupakan ancaman keutuhan NKRI
2.      Dunia Tanpa Batas
a)      Perkembangan Ipktek Indonesia sangat terbatas
b)      Kenichi Omahe menyatakan, Globalisasi berupa informasi, industry, investasi dan konsumen yang makin individualistis. Untuk mengatasi kekuatan Global suatu Negara harus memberikan peranan kepada pemerintah daerah, pemerintah memberikan kesempatan berpartisipasi yang lebih luas kepada masyarakat.
3.      Era Baru Kapitalisme
Ø  System Ekonomi berdasarkan Hak Milik Swasta
Ø  Kebebasan individu mengadakan perjanjian
Ø  Kepentingan pribadi untuk keuntungan sendiri
Ø  Untuk bertahan dalam era kapitalisme perlu membuat strategi baru yaitu keseimbangan antara paham individu dengan paham sosialis
Ø  Era baru kapitalisme tidak terlepas dari Globalisasi
Ø  Negara kapitalis berusaha mempertahankan eksistensinya dalam bidang ekonomi untuk menekan Negara berkembang.
Kesadaran Warga Negara
a. Pandangan Indonesia tentang Hak dan Kewajiban Manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hhak dan kewajiban yang sama. Hak dan kewajiban dapat dibedakan namun tidak dapat dipisahkan.
b. Kesadaran bela negara, dalam mengisi kekmerdekaan perjuangan yang dilakukan adalah perjuangan non fisik untuk memerangi keterbelakangan, kemiskinan dan kesenjangan sosial, dsb. Dalam perjuangan non fisik, kesadaran bela negara mengalami penurunan yang tajam dibandingkan pada perjuangan fisik.
Pemberdayaan masyarakat
John Naisbit dalam bukunya Global Paradox menyatakan: negara harus dapat memberikan peran sebesar-besarnya kepada rakyatnya. Pemberdayaan masyarakat dalam arti memberikan peranan dalam bentuk aktivitas dan partisipasi masyarakat untuk mencapai tujuan nasional hanya dapat dilaksanakan oleh negara-negara maju dengan Buttom Up Planning, sedangkan untuk negara berkembang dengan Top Up Planning karena adanya keterbatasan kualitas SDM sehingga diperlukan landasan operasional berupa GBHN. Kondisi nasional yang tidak merata mengakibatkan keterbelakangan dan merupakan ancaman bagi integritas.
Dewasa ini kita menyaksikan bahwa kehidupan individu dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sedang mengalami perubahan. Dan kita juga menyadari bahwa faktor utama yang mendorong terjadinya proses perubahan tersebut adalah nilai-nilai kehidupan baru yang di bawa oleh negara maju dengan kekuatan penetrasi globalnya. Apabila kita menengok sejarah kehidupan manusia dan alam semesta, perubahan dalam kehidupan itu adalah suatu hal yang wajar, alamiah.
Dalam dunia ini, yang abadi dan kekal itu adalah perubahan. Berkaitan dengan wawasan nusantara yang syarat dengan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia dan di bentuk dalam proses panjang sejarah perjuangan bangsa, apakah wawasan bangsa Indonesia tentang persatuan dan kesatuan itu akan terhanyut tanpa bekas atau akan tetap kokoh dan mampu bertahan dalam terpaan nilai global yang menantang Wawasan Persatuan bangsa. Tantangan itu antara lain adalah pemberdayaan rakyat yang optimal, dunia yang tanpa batas, era baru kapitalisme, dan kesadaran warga negara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar